Yahoo! News |
Majalah BISKOMIndonesia Siap Sambut IPv6Terus berumbuhnya pemakaian Internet Protocol Address atau IP di dunia pada umumnya serta di Indonesia khususnya, maka persediaan IPv4 di seluruh dunia saat ini tinggal 7% saja atau setara dengan 280 juta IP. Untuk mempercepat pengaplikasian IPv6 di Indonesia, sejak tiga tahun lalu pemerintah membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF), sebuah gugus tugas untuk melakukan fungsi koordinasi terhadap seluruh stakeholder dalam industri Internet Indonesia, dimana di dalamnya tergabung seluruh unsur negara baik pemerintahan maupun industri. Bulan ini, IPv6 Task Force akan mengadakan IPv6 Summit pada tanggal 8-9 Juni 2010 di Padma Resort, Bali dengan tema “Reaching The Bottom Millions“. Pada acara tersebut yang rencananya dihadiri oleh Menkominfo Tifatul Sembiring, akan dideklarasikan secara bersama-sama antara pemerintah dengan para operator jasa telekomunikasi, penyedia layanan, pembuat serta penyedia aplikasi dan penyalur perangkat keras telekomunikasi kesiapan untuk memulai implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, disertai terus tumbuhnya penggunaan layanan Telekomunikasi khususnya Internet, terus membutuhkan dukungan dari infrastruktur Telekomunikasi yang di era “next generation network” ini tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan IP. Maka kebutuhan dukungan IP ini, perlu disikapi dengan rencana aksi implementasi IPv6 yang secara umum di seluruh dunia diketahui merupakan solusi dari menipisnya ketersediaan IPv4. Dukungan ini akan diwujudkan dengan memulai pembuatan rencana atau roadmap dan kemudian diikuti pelaksanaan migrasi IPv4 ke IPv6 secara bertahap, sehingga bersama-sama secara nasional, seluruh Indonesia akan ‘IPv6 Ready” pada tahun 2013. Acara ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Majalah BISKOM sebagai Media Partner. Toughbook CF-30, Komputer Super KuatDi negara asalnya, Panasonic telah menggarap perangkat teknologi informasi (TI) sejak tahun 1990-an, dengan market share yang lebih terpusat di Jepang dan Negara-negara di Asia Pasifik lainnya. Namun di Indonesia, Panasonic lebih dikenal dengan produk-produk elektroniknya. Kini, dengan menggandeng PT Ander Cakra Buana yang dipercaya sebagai distributor, Panasonic mulai merambah pasar komputer. Sebagai langkah awal, Panasonic meluncurkan beberapa model Toughbook di Indonesia. Panasonic Toughbook adalah mobile computer pertama di dunia yang dirancang tahan banting, tahan air, anti pasir, dan tahan goncangan. Selain itu Toughbook didukung oleh teknologi komputer terbaru. Delapan seri Panasonic Toughbook yang dilincurkan, yakni Toughbook CF-18, CF-H1, CF-30, CF-T8, CF-52, CF-U1, CF 19, CF- W8. Keungulan kedepalan series ini berbeda-beda, namun demikian spesifikasi Toughbook ini terkonsentrasi pada daya tahannya, bentuk yang mewah dan ringan, umur baterai yang panjang, kemampuan layar pada saat adanya sinar matahari, konektivitas wireless yang lengkap dan terdapat baterai cadangan (pada model tertentu). Toughbook seri CF-30 misalnya, dikenal stabil meski dijatuhkan dari ketinggian enam kaki, diledakkan maupun dibenamkan ke dalam air. Karena itu ia cocok untuk pekerjaan di lapangan atau pekerja yang mobile. Layar Toughbook CF-30 berukuran 13,3 inci berteknologi touchscreen. Seri ini juga memiliki kemampuan baterai yang mengagumkan sampai 8 jam. Sistem operasi Toughbook ini disematkan Windows Vista. Meski begitu disediakan pula akses downgrade ke windows XP atau Windows7 Profesional. Toughbook CF-30 menggunakan HDD 160 Gb dan kartu grafis dedicated ATI Radeon HD5650 serta dilengkapi dengan fitur kecerahan layar yang dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan, mulai dari tempat gelap (2 nits) hingga di bawah terik matahari langsung (up to 1000 nits). Untuk konektivitas, notebook ini dibenamkan prosesor Intel Core i3 atau Core i5 (sampai i5-540M 2.53GHz) dan memori RAM 2Gb (sampai 8Gb), 2 port USB, Wi-Fi b/g/n, dan Bluetooth. Untuk performa yang kuat dan dapat diandalkan, notebook ini memiliki casing depan, belakang, dan samping yang terbuat dari bahan full magnesium alloy yang kuat dan ringan. Notebook ini sudah mulai dipasarkan dengan harga US$ 5000 atau sekitar Rp.50 juta. Wow. Melalui Film Sex and The City 2, HP Bidik Pasar PerempuanFilm Sex and The City 2 adalah film yang bercerita tentang kehidupan seorang perempuan lajang yang memiliki hubungan baik dengan teman-temannya. Kehidupan keempat karakter dalam film ini sangat mirip dengan keseharian para penggemarnya. Mereka menghadapi permasalahan yang sama dalam hubungan asmara, karier, persahabatan, dan mengurus anak, adalah potret sebagian perempuan kota besar fashionista, sosialita, pengacara, dan konsultan PR. Mereka menjadi inspirasi bahwa gaya hidup perempuan kota besar saat ini tak bisa dilepaskan dari fun, friendship, dan fashion. Tak mengherankan jika private party yang diselenggarakan Warner Bros di Buddha Bar, Jakarta, Rabu lalu (26 Mei), ramai oleh para undangan dan tamu yang berasal dari kalangan sosialita ibu kota. Menurut Lasti Abidin, Theatrical Sales Marketing Manager PT Satrya Perkasa Esthetuika Film, mewakili Warner Bros Pictures, “Gaya hidup berupa busana, teknologi berbalut desain, dan bahkan minuman kesukaan mereka menjadi ikon fashion dunia.” Digital clutch yang digunakan Carrie, salah satu pemeran untuk bekerja menjadi ikon fashion baru dalam film yang disutradarai oleh Michael Patrick King ini adalah netbook cantik HP Mini 210 rancangan desainer ternama Vivienne Tam, yang bertema Butterfly Lovers. Vivienne Tam merancang netbook berbobot 1,2 kg dengan ketebalan kurang dari 1 inci dengan disain kupu-kupu yang cantik. Netbook ini dipasarkan dengan jumlah terbatas (limited edition) di seluruh dunia dengan harga US$ 499. “Di Indonesia sendiri, jumlah digital clutch ini tak kurang dari seribu,” kata Angeline Yuwono, Marketing Communication Head Hewlett-Packard Indonesia. Menurut Angeline, komputer kini tak hanya dibutuhkan untuk bekerja dan berbisnis, tetapi juga telah menjadi fashion statement bagi perempuan. Berdasarkan riset, pengguna komputer di seluruh dunia terdiri atas 51 persen pria dan 49 persen perempuan. “Itu sebabnya, kami merilis HP Mini 210 yang didesain untuk perempuan,” katanya, karena selain desain luar, fitur-fitur di dalamnya cukup mudah digunakan bagi perempuan. “Karakter pemain Sex and the City 2 bisa menggambarkan profil pengguna produk HP yang beragam, termasuk yang fashionable alias sadar gaya dan kalangan sosialita. Tapi mereka juga adalah wanita biasa yang punya taste (selera). Ini adalah salah satu strategi (HP) untuk menuju ke situ,” tambah Angeline. TELKOM Kembali Membuka Kesempatan Kepada Creativepreneur Industri Kreatif DigitalSetelah sukses menggelar kompetisi Indigo Fellowship yang pertama kali pada tahun 2009, TELKOM Group kembali menggelar program Indigo Fellowship 2010. Mulai tanggal 26 Mei 2010, masyarakat baik perorangan atau kelompok yang berminat mengikuti program Indigo Fellowship 2010 sudah dapat mendaftarkan diri melalui situs www.plasaindigo.com untuk mengirimkan usulan tokoh dan ide bisnis digital mereka dan mengikuti proses seleksi secara bertahap. Seluruh rangkaian program akan mencapai puncaknya pada penghujung 2010, dengan diumumkannya pemenang Indigo Fellowship 2010 dalam paket acara Indigo Award 2010. Peluncuran program ini dilakukan oleh Direktur IT & Supply TELKOM, Indra Utoyo, di Gedung Jakarta Theater XXI, Rabu (26/5). Program Indigo Fellowship bertujuan membangun creativepreneur di bidang industri kreatif, sekaligus merupakan inkubasi bisnis dalam rangka link and match startup bisnis ke dalam industri kreatif ICT serta untuk menjalin ide dan karya kreatif menjadi bisnis yang memajukan bangsa. “Diharapkan program ini akan meningkatkan jumlah dan kualitas peserta serta kualitas karya yang diikutsertakan. Dengan tema ”Digitalpreneur for National Character Building”, diharapkan melalui program Indigo Fellowship ini dapat dilahirkan pemain baru dalam bisnis kreatif digital untuk tumbuh lebih cerah dan berkembang”, tutur Indra dalam sambutannya. “Pogram ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial TELKOM terhadap masyarakat yang diarahkan untuk membangun Indonesia sehingga lebih cerdas dan kreatif,“ kata Vice President Public and Marketing Communication TELKOM, Eddy Kurnia. Ia berharap kehadiran program ini dapat melahirkan tokoh dan industri maupun bisnis kreatif di bidang digital agar tumbuh lebih cerah dan terus berkembang. “Meski diyakini memiliki potensi bisnis yang besar, namun saat ini kami belum berani bicara nilai. Tapi setidaknya sudah harus memulai,” tandasnya. Indigo Fellowship 2010 merupakan salah satu rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom Group di bidang informasi dan komunikasi teknologi. Jadi ICT atau Information and Communicatian Technology itulah yang dikemasi dalam bentuk Indigo (Indonesian Digital Community), “Yang terpenting bagi Telkom adalah potensi anak bangsa dalam hal industri kreatif digital bisa memperoleh wadah yang layak sehingga bisa memberi kontribusi untuk kemajuan bangsa,” jelas Eddy. Ditambahkannya, masih dalam rangka suasana hari kebangkitan nasional, bangsa Indonesia harus bisa mengangkat sebanyak mungkin potensi yang dimiliki dan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri. HSBC dan Seputar Indonesia Gelar Bazaar Gadget Terbesar di SurabayaHarian Seputar Indonesia bersama HSBC menyelenggarakan acara Gadget Bazaar Extraordinaire yang akan berlangsung dari tanggal 26 hingga 30 Mei 2010, bertempat di Tunjungan Plaza 3, Surabaya. Penyelenggaraan di kota Surabaya merupakan roadshow kedua setelah roadshow pertama berjalan sukses di kota Bandung bulan Maret 2010 lalu. Sepanjang tahun 2010 Gadget Bazaar Extraordinaire akan digelar di beberapa kota di Indonesia seperti Semarang, Medan, Makassar, Depok dan Palembang. Pada bazaar kali ini, selain akan mendapatkan beberapa penawaran menarik dari rangkaian produk-produk gadget inovatif dan berkualitas, HSBC memberikan berbagai penawaran khusus, diantaranya program cicilan dengan bunga 0% selama 12 bulan selama bazaar berlangsung. Gadget Bazaar Extraordinaire merupakan sebuah kolaborasi strategis dalam penyelenggaraan event tersebut, dimana baik Harian Seputar Indonesia maupun HSBC menaruh perhatian kuat pada perkembangan gadget dan TI di tanah air. Bazaar ini sekaligus merupakan wadah apresiatif dan komersial bagi perkembangan gadget dan TI di tanah air dimana di dalamnya terdapat bazaar produk-produk dari handphone, telekomunikasi, personal computer, printer dan personal gadget lainnya. Gadget Bazaar Extraordinaire ini didukung produk-produk dari NOKIA, HT MOBILE, AOC, TELKOMSEL, THREE, SAMSUNG, INDOSAT, TELESINDO SHOP, TI-PHONE, LENOVO, DELL, MASTERDATA, OKESHOP, HP, VAIO, COMPAQ, EPSON & ACER. Senior Vice President Marketing Cards HSBC Indonesia Danny Hadhyan mengungkapkan,perhelatan Gadget Bazaar Extraordinaire sebagai upaya HSBC menindaklanjuti keinginan pasar untuk mendapatkan produk IT dengan mudah dan murah.”Sekarang pasar industri IT semakin besar.Pada 2009 tercatat pertumbuhan nilai transaksi produk elektronika mencapai 7,5%,sedangkan pertumbuhan volume penjualan mencapai 5,5%,” paparnya dalam jumpa pers pada hari pertama pelaksanaan Gadget Bazar Extraordinaire, kemarin (26/5). Eka Anwar, Marketing Manager Nokia Indonesia, mengatakan bahwa Nokia sangat mendukung acara yang diadakan oleh Harian Seputar Indonesia dan HSBC ini. “Nokia dalam waktu dekat akan meluncurkan produk-produk baru dan roadshow ini selain menjadi ajang penjualan juga sebagai salah satu bentuk upaya penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai Nokia Care Center yang telah banyak berada di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia.” ujar Eka. Presiden Direktur PT Masterdata, Soegiharto Santoso menambahkan, gelaran Gadget Bazaar Extraordinaire akan dimanfaatkan untuk meningkatkan branding. ”Pada 2010 ini Masterdata akan mengembangkan usaha dengan membuka cabang di 16 kota,” tuturnya. “dengan hararapan Digital gap dapat dipersempit dengan mengoptimalkan penerapan TIK di semua bidang, salah satunya dengan cara meningkatkan kepemilikan personal computer (PC) dan laptop di masyarakat. Setidaknya, minimal ada satu laptop di satu keluarga,” tambah Soegiharto. Sementara itu, Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan Tunjungan Plaza mengucapkan terima kasih atas pemilihan tempat acara Gadget Bazaar Extraordinaire di Surabaya kali ini. “Kami percaya kerjasama ini akan sangat menguntungkan pihak-pihak yang terlibat, Mall kami selalu terbuka untuk melakukan sinergi yang saling menguntungkan. Dan kami yakin pengunjung mall juga akan mendapatkan berbagai keuntungan, mulai dari informasi, promo produk sampai dengan kemudahan berbelanja dengan menggunakan kartu kredit HSBC”, tutur Sutandi. Pada Gadget Bazaar Extraordinaire di Surabaya kali ini diadakan Talkshow di Radio Trijaya dan Televisi MHTV, selain itu dimeriahkan juga oleh beberapa hiburan seperti Mirza Hakim, Wilson Idol, Ihsan Idol and Gisel Idol, Acoustic Top 40 Band, Quiz, Games, Doorprizes dan Lelang Produk dari merek-merek yang mengikuti bazaar tersebut. Dell Buka Gerai di Mal AmbasadorDalam rangka mempertegas kehadiran Dell di pasar Indonesia khususnya di Jakarta, perusahaan komputer berbasis di AS tersebut, pada hari ini (21/5) kembali membuka pusat penjualan komputer, Dell Stores, yang berlokasi di Ambasador Mall, LT 2, No.40, Jakarta Selatan. “Penambahan Dell Stores yang ketiga di Mal Ambasador ini diharapkan semakin mendekatkan Dell dengan para pelanggan atau masyarakat pengguna sehingga memudahkan mereka membeli produk kami,” kata Andreas Diantoro, Regional Managing Director untuk Dell South Asia Dengan peresmian tersebut, Dell Sores di Mall Ambasador berjumlah tiga gerai, enam gerai tercatat berada di Mall Mangga Dua dan dua gerai lagi di Ratu Plaza. “Animo pengunjung di IT Mall cukup bagus bahkan dari sisi retail traffic cukup baik,” ujar Rudy Sumadi, Business Development Director Dell Indonesia. Tak hanya itu, saat ini kebutuhan dan daya beli masyarakat terhadap komputer semakin tinggi serta harga komputer yang semakin murah. Menurut Rudy, Dell ingin menjadi salah satu merk komputer yang berada di top of mind. Dengan kata lain, lebih mengarah kepada brand awareness dan brand establishment yang akhirnya adalah meningkatkan penjualan Dell di Indonesia. Sejauh ini, lanjut Rudy, Dell telah memiliki 45 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, Medan dan kota-kota besar lainnya. serta memiliki 10 pusat layanan purna jual di berbagai kota besar di Indonesia, Semua layanan di lokasi resmi itu dikelola langsung oleh Dell dengan dukungan purna jual dari para teknisi yang telah berpengalaman. Dari total 45 gerai Dell itu, sebanyak 70 persen gerai Dell Indonesia berada di Jakarta. Sebab, Jakarta lebih establish dari sisi retail market termasuk menjamurnya IT Mall, bahkan Jakarta merupakan pangsa pasar komputer terbesar di Indonesia. “Kalau di luar Jakarta, seperti Semarang dan Solo, IT Mall sangat minim sehingga gerai Dell berbentuk Ruko,” tambahnya. Sementara itu Dani Julianto, Managing Director ATM Com, distributor notebook Dell, mengatakan dengan dibukanya Dell Stores kami ini, diharapkan konsumen akan lebih mudah mendapatkan informasi yang lengkap tentang Dell. “Pembukaan Dell Stores ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan para calon konsumen akan produk Dell, dan selain tempatnya yang nyaman, kami juga menawarkan produk-produk yang berkualitas dengan harga terjangkau” ujar Dani. Pendaftaran INAICTA 2010 DiperpanjangSetelah pendaftaran Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2010 dibuka antara tanggal 20 April sampai dengan 20 Mei 2010 ternyata minat para peserta lomba cukup tinggi. Atas permintaan calon peserta yang relatif signifikan untuk memperpanjang masa pendaftarannya maka Panitia Ajang Lomba Karya Cipta Kreativitas dan Inovasi di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), INAICTA 2010, memperpanjang masa pendaftaran peserta hingga Kamis, 2 Juni 2010 pukul 23.59 wib mendatang. Masa pendaftaran diperpanjang karena tingginya permintaan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Animo dari peserta di daerah cukup tinggi terutama setelah tahun ini kategori lomba inaicta 2010 ditambah dua kategori baru ‘Digital Music’ dan ‘Mobile Application’. Disamping itu ada beberapa karya dari calon peserta yang masih memerlukan waktu untuk dikirim karyanya. Berbagai rangkaian kegiatan yang akan digelar dalam INAICTA 2010 yakni perlombaan karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TIK, seminar, ‘workshop’, eksibisi, serta Business Matchmaking Program (BMP). Sebagai puncak acara akan ditutup dengan Malam Penganugerahan yang dijadwalkan pada 24 Juli mendatang. Dengan diperpanjang batas waktu pendaftaran, tentunya diharapkan lebih banyak lagi peserta yang dapat turut serta dalam INAICTA tahun ini, untuk keterangan lebih lanjut dan pendaftaran secara online bisa dilihat di situs resmi INAICTA 2010 dengan alamat http://www.inaicta.web.id.
|
Majalah BISKOMBBC |