Yahoo! News |
Majalah BISKOMIT Camp 2010: Hacker Are Not Bad As You ThinkYayasan One Destination Center (ODC) dengan dibantu oleh Kermit (Kelompok Remaja Melek IT) kembali menggelar IT Camp 2010 dengan tema “Hacker are not bad as you think” ini berbicara seputar dunia hacker dengan materi mencakup keamanan berinternet, serangan pada jaringan hingga teknik dan konfigurasi keamanan jaringan dan nirkabel. Kegiatan yang menggabungkan antara berkemah dengan dunia teknologi informasi ini, mengajak peserta yang sebagian besar adalah remaja untuk mempelajari teknik keamanan jaringan dari para pakar TI seperti Ruth Marya (Kluwek – Komunitas Linux untuk Cewek), Onno W. Purbo (ODC & Kermit), Donny BU (ICT Watch), M. Salahuddien (ID-Sirtii) dan Adi Nugroho (Yogyafree). Onno W Purbo mengatakan bahwa seorang hacker harus bisa melindungi diri dari serangan hacker lain. Sementara itu, Ruth Marya mengatakan bahwa serangan bisa datang dari mana saja. “Serangan hacker dapat datang kapan saja, dan darimana saja. Dengan sistem yang tepat kita dapat memantau setiap serangan,” papar Ruth. Donny BU, mengatakan generasi muda sekarang ini perlu diberi informasi mengenai cara berinternet yang aman. “Bukan hanya hacker yang harus melindungi dirinya dari serangan hacker lain, tetapi semua orang perlu melindungi diri dari serangan hacker, caranya adalah dengan berinternet yang aman, sehingga informasi pribadi kita tidak disalahgunakan,” ujar Donny. Ia juga menjelaskan kasus-kasus penyalahgunaan indentitas di dunia maya yang terjadi belakangan ini. Antusiasme dari peserta IT Camp 2010 menunjukkan bahwa para remaja sangat tertarik kepada perlindungan dan pencegahan dari tindakan hacking itu sendiri. Kebanyakan dari para hacker memulai aksinya disebabkan karena dia ingin melindungi dirinya dari serangan hacking. Acara yang diadakan pada Sabtu dan Minggu 10-11 Juli 2010 di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, TNGHS Gunung Bunder, Kabupaten Bogor, ini dihadiri lebih dari 130 remaja dan pecinta TI dari berbagai daerah di Indonesia. IT Camp 2010 ini didukung juga oleh Kementerian Kominfo, ICT Watch, ID-Sirtii, ORARI Lokal Kemayoran, Yayasan Air Putih, PT. Masterdata, BintangRaya.Com, Canon, Rainer, Intel, Cisco, Penerbit Andi, MetroTV, detikinet dan majalah BISKOM sebagai media partner. Telah Terbit BISKOM Edisi Juli 2010Majalah BISKOM kali ini menampilkan Direktur Jenderal Postel Kementerian Kominfo, Muhammad Budi Setiawan, (Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika yang turut mendukung Majalah BISKOM). Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI. Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juli 2010 diantaranya: • COVER STORY: Dirjen Postel Kemkominfo, Muhammad Budi Setiawan, IIPv6 Dukung Pengembangan Industri Konten • FIGURE: • HEADLINE: • FOCUS: • BROWSING: • INSPIRATION: • REVIEW & CELLULAR: Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id MSI WIND U130 Layar 10 InciMedio Juni lalu, Micro-Star International atau MSI memperkenalkan beberapa seri netbooknya ke pasaran tanah air. Salah satunya adalah MSI Wind U130. Dimensinya cukup mungil. Panjang dan lebarnya hanya sekitar 260 mm dan 180 mm dengan ketebalan hanya 1.9 cm, ditambah bobot yang hanya sekitar 1,2 kg, membuat Wind U130 sangat ideal untuk dibawa kemanapun Anda berpergian. Meski begitu, faktor kenyamanan tetap diutamakan pada seri ini. MSI menyematkan layar LCD berukuran 10 inci dengan area pandang yang lebih luas beresolusi 1024×600 untuk memberikan kenyamanan pengguna saat membaca ataupun menjelajah dunia maya. Begitupun, keyboard Wind U130 tidak hanya memiliki tekstur yang besar, tetapi juga eronomis terutama untuk mengetik jumlah karakter yang banyak. MSI dengan cerdik juga merancang spasi dan touchpad sedemikian rupa agar jari-jari Anda dapat bergerak dengan lancar. Wind U130 dilengkapi dengan hard disk 2.5″ standar, prosesor Intel Atom N450, sistem operasi Windows 7 Starter, webcam resolusi tinggi, speaker stereo high-performance 2 channel, dan mikrofon yang bekerja dengan baik pada netbook yang dirancang dengan tampilan modern ini. Wind U130 yang dapat beroperasi hingga 7,5 jam dengan baterai standar ini memiliki akses nirkabel 802.11b/g/n plus Bluetooth, sehingga Anda dapat menikmati Dirjen Postel Kemkominfo, Muhammad Budi Setiawan: IPv6 Dukung Pengembangan Industri KontenUntuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi bagi seluruh masyarakat, pemerintah harus terus mendorong para pelaku industri demi memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas telekomunikasi. Mengingat peran Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan telekomunikasi Indonesia yang kian konvergen, awalnya berbagai kalangan banyak yang mempertanyakan kemampuan Muhammad Budi Setiawan mengisi jabatan strategis yang sebelumnya diemban oleh Basuki Yusuf Iskandar. Keraguan tersebut timbul karena Budi yang baru menjabat Direktur Jenderal Postel sejak awal April ini dikenal sebagai seorang ahli nuklir yang tidak memiliki latar belakang komunikasi. Namun pria kelahiran Tasikmalaya, 23 Desember 1963 ini mengatakan teknik nuklir justru cukup banyak bersinggungan dengan dunia telekomunikasi. Sebelum memiliki jabatan strategis di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang merangkap sebagai Kepala BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), Budi sempat menjadi Deputi Menteri Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Budi yang memiliki motto “learning by serving” disebut ahli nuklir karena mengambil teknik nuklir di seluruh karir pendidikannya. Ia lulusan sarjana FMIPA, Universitas Indonesia, lalu mendapatkan gelar Master di bidang Teknik Nuklir dan Manajemen Energi di Tokyo Institute of Technology juga dari McMaster Canada University, Kanada. Dia pun sempat meniti karir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Simak petikan wawancara BISKOM dengannya akhir Juni lalu. Tugas-tugas apakah yang sangat penting yang harus Anda kerjakan? Bagimana Anda berupaya untuk mengembangkan bidang pos di tanah air? Kami juga bertugas untuk memperkuat peran sektor pos sebagai salah satu sarana distribusi informasi, transaksi keuangan, paket, logistik, dan keagenan pos untuk kepentingan umum. Industri pos diharapkan semakin maju dengan tersedianya layanan pos yang berkualitas dan menjangkau keseluruh wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjamin perlakuan yang sama terhadap para pelaku bisnis pos, tidak hanya incumbent PT Pos Indonesia, akan tetapi juga termasuk penyelenggara swasta. Yang tak kalah penting adalah mendorong terciptanya pengembangan inovasi layanan baru, memastikan jaminan terselenggaranya layanan Pos Universal dengan peran serta dari penyelenggara pos. Dan yang terakhir adalah ikut serta mendorong dan memfasilitasi pengembangan filateli nasional sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 38 tahun 2009 tentang Pos, yang selama ini belum diakomodir dalam perundang-undangan sebelumnya. Apa yang perlu dilakukan untuk memajukan Industri teknologi informasi (TI) dan telekomunikasi di Indonesia dan apa saja tantangannya? Pemerintah mempunyai peran penting dalam mendorong para pelaku industri ini demi memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas yang diberikan kepada masyarakati. Tidak bisa dipungkiri bahwa pasar industri telekomunikasi di Indonesia identik dengan persaingan yang sangat ketat. Kabar baiknya, kita sudah melewati fase ‘perang tarif’ antar operator namun tantangan selanjutnya juga tidak lebih mudah. Seperti halnya sektor lain, pasar persaingan industri telekomunikasi akan berjalan secara alamiah. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu demi sebuah persaingan yang sehat serta layanan yang tidak mengkompromikan kepentingan masyakarat. Pemerintah optimis obyektif utama yang kita semua dambakan bisa tercapai meski jalan menuju kesana tidaklah mudah. Apa pendapat Anda tentang industri kreatif dan kapankah Bapak menargetkan industri ini bisa berjalan sebagai fondasi perekonomian bangsa? Memperhatikan data-data ini, pemerintah bermaksud untuk memanfaatkan potensi dan kreatifitas kemampuan anak bangsa dalam berinovasi dengan mengarahkan industri telekomunikasi untuk memberdayakan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Momentum yang kita miliki sudah tepat, mengingat teknologi telekomunikasi berada dalam transisi menuju konvergensi. Kita perlu memacu industri konten dalam negeri untuk lebih aktif sehingga mampu mengambil porsi yang lebih banyak dalam persaingan dengan industri konten luar negeri. Tentunya ketersediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi adalah faktor utama keberhasilan . Para pelaku industri konten semestinya mulai mempersiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap melonjaknya permintaan konten yang berbasis internet protocol (IP) dalam waktu dekat. Sebagai contoh, dengan tuntasnya program Palapa Ring dan implementasi IPv6, bisa dipastikan lahan bagi industri konten untuk berkembang semakin terbuka lebar. Pemerintah mulai mengagungi implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia, apa yang menyebabkan kita harus beralih pada teknologi ini? IP adalah sumber daya yang krusial bagi perkembangan TI dalam negeri. Dengan implementasi IPv6, operator akan berpeluang untuk melakukan ekspansi layanannya. Fitur keamanan dan mobilitas tinggi yang ditawarkan oleh IPv6 hendaknya mampu untuk memacu pengembang konten dan aplikasi lokal untuk melahirkan inovasi-inovasi baru. Jadi, ini merupakan momen bagi kita untuk memperbaiki kualitas hidup sebagai bangsa memalui pemanfaatan TI, atau justru sebaliknya menahan perkembangan internet lokal apabila implementasi IPv6 kembali ditunda. Pemerintah bersama-sama dengan stakeholder TI Indonesia telah membentuk gugus tugas Indonesia IPv6 Task Force yang akan mengkoordinasikan arah penerapan IPv6 secara menyeluruh. Gugus tugas ini menargetkan implementasi IPv6 di Indonesia bisa tuntas di akhir tahun 2012. Namun, keberhasilan mereka tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh elemen yang berkepentingan. Bagaimana kira-kira bentuk pengalihannya, apakah pemerintah khususnya Kemkominfo, telah mempersiapkan regulasinya? Saat ini belum terdapat regulasi yang mengharuskan operator untuk menerapan IPv6 di jaringannya. Pemerintah hanya menghimbau dan mendorong operator untuk memulai proses peralihan tersebut lebih awal lebih baik. Kenyataannya, terdapat batas waktu sebelum persediaan IPv4 untuk alokasi benar-benar habis, sehingga operator tidak perlu menunggu penetapan sebuah regulasi karena kelangkaan IPv4 akan berimbas pada bisnis mereka. Pemerintah akan menjalankan perannya seperti dalam Roadmap Penerapan IPv6 di Indonesia, yakni melalui inisiasi penggunaan IPv6 secara masif dan mengeluarkan regulasi yang dianggap perlu berdasarkan rekomendasi dari Indonesia IPv6 Task Force guna mendorong penerapan IPv6, misalnya regulasi IPv6 compliance bagi perangkat yang diuji standarisasi oleh pemerintah. Apakah peraturan itu akan mudah untuk dilaksanakan dan tidak akan memancing kontroversial seperti kemunculan beberapa regulasi baru dari pemerintah? Hal apa yang perlu disiapkan sehubungan dengan implementasi IPv6 terutama yang berkaitan dengan kesiapan sistem, sumber daya manusia dan anggarannya? Negara-negara yang kegiatan perkekonomiannya bergantung pada infrastruktur telekomunikasi telah lama merencanakan dan mengeksekusi peralihan ke IPv6. Pengalaman dari negara-negara sahabat dan bahkan operator-operator lokal yang jaringannya telah siap IPv6, memiliki pandangan yang sama terkait pentingnya perencanaan yang matang. Investasi perangkat dapat dijadikan bagian dari pemutakhiran perangkat yang dilakukan secara berkala, sehingga pembiayaannya pun menjadi bagian dari anggaran rutin. Pemerintah melalui wakil-wakil dalam Indonesia IPv6 Task Force dari lembaga terkait seperti Ditjen Postel, Kementerian Perindustrian dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan merumuskan langkah-langkah yang perlu diambil demi ketersediaan perangkat yang terstandarisasi dengan harga yang terjangkau. Pemerintah juga mendukung lahirnya IPv6 Forum Indonesia yang kelak akan menjadi wadah pertukaran informasi, pelatihan dan pembelajaran antar para pelaku industri telekomunikasi dalam menerapkan IPv6. Bagaimana cara mensosialisasikan IPv6 ini? Ajang yang dibuka oleh Menkominfo ini merupakan kesempatan berharga bagi para pelaku industri Internet Indonesia untuk belajar langsung dengan pakar IPv6 dunia dari IPv6 Forum, APNIC, dan Task Force dari negara-negara sahabat serta operator dalam negeri yang telah berhasil menerapkan IPv6. Indonesia IPv6 Task Force merasa puas dan bangga melihat antusias dari sekitar 300 peserta yang terdiri dari elemen operator, akademisi, lembaga pemerintah dan swasta, profesional bahkan peserta dari luar negeri. Dampak sosialisasi yang diharapkan berhasil tercapai dan terbantu oleh live video streaming yang disiarkan ke Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Juga tidak bisa dipungkiri peran dari media, BISKOM diantaranya, dalam mempublikasikan kegiatan ini dan mengambil bagian penting dalam mengedukasi masyarakat perihal teknologi IPv6. Indonesia IPv6 Task Force akan terus menggelar acara-acara serupa di masa yang akan datang untuk mengintensifikasikan sosialisasi penerapan dan penggunaan IPv6 Hal penting lainnya dalam TI adalah green technology sebagai peran nyata dalam penyelamatan bumi. Apa pendapat bapak mengenai green technology? Penggunaan sumber energi alternatif untuk base transceiver station (BTS) atau data center misalnya, merupakan awal yang positif. Saya berharap kedepannya green technology menjadi sebuah tren yang berkelanjutan di Indonesia. Bagaimana bentuk dukungan pemerintah terhadap teknologi ramah lingkungan? Apa yang harus kita lakukan dalam teknologi secara umum untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global? Awal tahun ini, Kemkominfo telah menggelar Green ICT Conference dan tengah mempersiapkan Regulasi Green ICT untuk menekan tingkat konsumsi energi dan mendorong penggunaan energi alternatif untuk operasional TI, serta mendorong pemanfaatan TI yang ramah lingkungan. Di lain sisi penyelesaian pemanasan global menyangkut perubahan gaya hidup penduduk bumi, oleh sebab itu perkembangan industri telekomunikasi diharapkan mampu untuk mendorong distribusi informasi yang pada akhirnya akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah ini. ALIENWARE M11x – Mobile GamingUNTUK memenuhi kebutuhan para penggila game akan komputasi yang bertenaga, Dell meningkatkan kinerja notebook Alienware M11x, belum lama ini. Notebook gaming 11 inci tersebut dilengkapi prosesor Intel Core i5 dan i7 yang dikombinasi dengan teknologi terbaru Nvidia Optimus guna memberikan pengguna pengalaman High-Definition mobile gaming. Didukung Intel Turbo Boost, kinerja Core i5 dan i7 pada notebook ini lebih maksimal. Bagusnya, semua prosesor pada Alienware M11x dapat overclockable diluar spesifikasi standar untuk kinerja maksimum. Dengan Nvidia GeForce GT 335M yang menyediakan 1Gb diskrit, kinerja grafis menjadi lebih cepat untuk menghadirkan tampilan HD game yang realistis dan membuka tampilan pada resolusi tinggi 720p 30 frame per detik. Teknologi Nvidia PhysX juga mendorong M11x memainkan game seolah-olah dalam dunia nyata karena tampilannya yang memukau dengan efek yang dinamis. Sementara teknolgi Nvidia Optimus memungkinkan seamless dari Intel HD Graphics Media Accelerator ke GE Force GT 335M ketika kinerja grafis ekstra dituntut oleh visual aplikasi yang intensif. Dell M11x Alienware tersedia dalam sentuhan lembut cover dove warna Stealth Black dan Lunar Shadow. Tampilan fisiknya tetap terihat langsing dengan bobot 4,4-pound. Keistimewaan lain dari desain Alienware adalah keyboardnya telah built-in dengan AlienFX illuminated dan laser ukiran pada papan nama pengguna. Notebook ini dijual pada pilihan 64-bit OS Windows 7 yang telah diinstal. AMD Kenalkan Teknologi VisionProdusen prosesor AMD baru-baru ini meluncurkan teknologi anyar untuk visual, Vision 2010. Teknologi kartu grafis dan prosesor yang pertama kali diluncurkan September tahun lalu itu, saat ini telah lebih disempurnakan. Vision 2010 diklaim mampu memberikan pengalaman visualisasi yang berbeda, baik di notebook, desktop, eksternal memori dan eksternal full high definiton di kamera atau camcorder. Wakil Presiden Regional, Sales dan Marketing AMD di Asia Selatan, Tomo Kamiya mengatakan, Indonesia adalah pasar yang sangat potensial dalam pertumbuhan notebook maupun desktop. Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan masyarakat untuk meng-upload gambar lebih besar dan lebih sering. “Kami sadar bahwa kini banyak orang menginginkan pengalaman digital yang lebih kaya, dan kami senang dapat menawarkan sebuah teknologi terbaru dari AMD kepada masyarakat Indonesia dengan sebuah pengalaman baru dalam berkomputer,” kata Tomo saat konferensi pers di Mal Taman Anggrek, (1/7). Secara singkat dijelaskan terdapat empat tingkatan teknologi. Pertama, teknologi Vision untuk web, video dan foto untuk kualitas yang lebih tinggi. Kedua, teknologi Vision Premium yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja aplikasi multitasking seperti game online, edit foto dan blu-ray. Teknologi ketiga yakni Vision Ultimate ditujukan untuk menciptakan musik, edit foto dan video dengan cepat dan responsif. Dengan teknologi ini memungkinkan mengedit video HD dan memainkan game 3D sekaligus. Sedangkan teknologi yang keempat yaitu Vision Black yang ditujukan untuk simulasi aksi permainan dengan sudut pandang yang lebih luas dan multitasking yang serius. Dengan teknologi Vision Black ini, memungkinkan penggunaan hingga enam monitor pada saat yang bersamaan. Dengan tingkatan teknologi seperti ini, kata Tomo, sangat memudahkan konsumen untuk memilih tujuan penggunaannya. Beberapa vendor PC juga telah menggunakan teknologi Vision seperti Acer, Dell, HP, Sony, Toshiba, Asus, MSI dan Futjitsu. “Kami juga menggandeng patner lokal seperti Advan,” ujar Tomo. Country Sales Manager AMD, Heryanto Arif mengatakan, selain Advan produk lokal lainnya yang juga memanfaatkan teknologi Vision ini adalah Procom dan Reliance. Menurutnya AMD dapat meningkatkan kinerja notebook berplatform AMD secara global sampai dengan tiga kali lipat dan daya tahan baterai juga meningkat hingga delapan jam. Sitra Wimax Operator 4G Pertama di IndonesiaPT First Media Tbk, hari ini (28/6) meluncurkan Sitra Wimax, koneksi jaringan internet nirkabel berkecepatan tinggi berbasis teknologi Wimax. “Sitra Wimax siap menjadi pelopor layanan internet nirkabel super cepat dengan kualitas terbaik,” kata Direktur First Media, Hengkie Liwanto, dalam sambutannya pada saat softlaunch “Sitra Wimax Operator 4G Pertama di Indonesia”, di Aryadutta Club, Lippo Karawaci, Tangerang. Teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access atau yang dikenal dengan Wimax, adalah layanan internet nirkabel generasi ke empat (4G). Wimax adalah teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita frekuensi 2.3 GHz layaknya Wi-Fi tetapi dengan jangkauan lebih luas dengan kemampuan transmisi yang lebih cepat yakni mencapai 75 Mbps. Sitra adalah pemenang tender Wimax untuk zona Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan empat zona yang mencakup Jabodetabek serta propinsi Banten. “Penggelaran jaringan Sitra Wimax akan dilakukan secara bertahap di kawasan barat Jakarta dan sekitarnya,” kata Hengki. Sitra Wimax 4G sebagai operator Wimax pertama di Indonesia menargetkan sekira satu juta pelanggan dalam waktu 18 bulan ke depan. “Kalau bisa, lebih dari itu. Di Amerika Serikat ada yang menargetkan satu juta pelanggan, dan kami berupaya lebih baik dari itu,” tambahnya. Sementara itu, Dirjen Postel, Muhammad Budi Setiawan mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan sertifikat Uji Laik Operasi atau ULO untuk Sitra. “Sitra telah memenuhi ULO, dan kami sebelumnya sering mewanti-wanti soal TKDN dan Sitra telah memenuhi syarat TKDN, dan hari ini kami akan menyerahkan sertifikat ULO untuk zona 4 Jabotabek. Untuk zona lainnya akan menyusul,” kata Budi. Ke depannya diharapkan Wimax bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mengakses internet. Sitra Wimax akan tersedia dalam tiga pilihan paket layanan untuk pelanggan masing-masing dengan kecepatan 1 Mbps, 2 Mbps, dan 4 Mbps. Tarifnya sendiri masih dirahasiakan namun First Media menjanjikan tarif yang tidak lebih mahal daripada layanan broadband kabelnya saat ini. Sanyo Rilis Xacti VPC-SH1 dan VPC-CS1Sanyo merilis dual kamera terbaru, VPC-SH1 dan VPC-CS1. Kedua keluarga baru seri Xacti ini menawarkan kemampuan merekam video Full HD dan foto dalam resolusi tinggi. Selain berukuran kompak, keduanya mampu melakukan perekaman dalam sudut lebar sampai telephoto dari jarak jauh. Xacti VPC-SH1 dilengkapi fitur asli dari Sanyo, yaitu Double Sub REC Button. Ini adalah tombol tambahan untuk merekam video dan memotret yang dipasang di bagian atas tubuhnya. Gunanya untuk merekam objek pada sudut rendah tanpa menyulitkan tubuh si pemotret. Xacti VPC-SH1 adalah model kamera horizontal dengan kemampuan merekam video Full HD (1920 x 1080). Rentang pembesaran lensanya sangat besar, mulai dari standar sudut lebar 35 milimeter sampai 30 kali lebih besar dengan mengintegrasikan proses digital dan trik lensa untuk menghasilkan gambar yang jernih. Kamera VPC-SH1 yang berbobot hanya 7,2 ons ini secara pintar memperluas kawasan perekaman video pada sensor gambar dari sekitar 2 megapiksel (kawasan gambar Full HD) ke sekitar 3,5 megapiksel. Dengan mengefektifkan piksel, kamera bisa mencapai lebar lensa 1.050 milimeter dengan 30 kali pembesaran. Ia pun mampu merekam objek dari yang dekat sampai jauh. Tipe CS1 dan SH1 didukung format video iFrame yang merupakan format video masa depan yang dirancang sebagai upaya untuk mengimpor, menyunting, sampai berbagi video kualitas tinggi menjadi lebih mudah. Format generasi baru ini diciptakan untuk memudahkan sebuah kamera merekam dalam format yang sama dengan hasil suntingan. Format ini kompetibel dengan teknologi standar seperti H.264, AAC, dan MP4. Fitur-fitur lainnya adalah Digital Image Stabilizer dan Face Chaser Function untuk video. Sedang untuk memotret, selain kedua fungsi di atas juga tersedia fitur Target a Color Function, yang memungkinkan untuk Dual Camera Xacti untuk mengikuti dan fokus pada objek bergerak, dengan mendeteksi warna objek tersebut. Kamera ini memiliki fitur Sequential Shot untuk merekam gambar yang sempurna. Untuk mentransfer gambar ke komputer tersedia fitur kartu Eye-Fi atau melalui kabel HDMI agar rekaman bisa ditampilkan layar TV High Definition. Sedangkan Xacti VPC-CS1 adalah Dual Camera paling langsing dan ringan yang ada di pasar saat ini. Bobotnya hanya 142 gram. Fitur-fiturnya hampir sama dengan VPC-SH1, termasuk kemampuan merekam video Full HD. Kamera ini juga mampu merekam enam gambar beresolusi 8 megapiksel dengan cara meningkatkan gambar beresolusi 3 megapiksel dari sensor menjadi 8 megapiksel. Selain itu, kamera ini juga dapat melakukan pembesaran lensa sudut lebar dari 38 milimeter sampai 10 kali dengan metode yang sama seperti “saudaranya” yang lain. Indonesia Jadi Tuan Rumah GOOC 2010 Region Asia dan AfrikaGigaByte Open Overclocking Championship (COOG) merupakan acara tahunan Gigabyte untuk mencari para overclocker komputer terbaik di seluruh dunia. Kejuaraan yang sudah berlangsung sejak tahun 2008 ini selalu diramaikan oleh overclocker terbaik dunia. Indonesia sendiri tidak kalah dalam melahirkan kampiun-kampiun komputer, buktinya untuk tahun 2010 ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah oleh GigaByte untuk kompetisi overclocking internasional untuk regional Asia & Afrika. Benny Lodewijk, Product Manager GigaByte, mengatakan bahwa masyarakat pencinta TI di Indonesia harus bangga karena Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah kompetisi tingkat internasional, di mana akan ada 15 negara bertanding untuk memperebutkan tiket final kompetisi overclocking di Taipei, Taiwan pada bulan September. “Indonesia merupakan pasar yang potensial, penetrasi komunitas overclocking di Indonesia cukup besar, sehingga banyak vendor menawarkan kemampuan overclocking dalam produk mereka, itu yang menjadi alasan utama Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah GOOC 2010.” papar Benny. GOOC 2010 ini dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 18-19 Juni 2010 di Atrium Mall Mangga 2, Jakarta. Pada hari pertama, para pesertanya adalah terdiri dari komunitas lokal yang berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Semarang, Samarinda, Yogyakarta, dan lainnya, di mana Juara I dan II pada kompetisi tersebut akan mewakili Indonesia pada final GOOC Regional Asia & Africa keesokan harinya. Sedangkan di hari kedua, akan dihadiri peserta dari wilayah Asia, Australia dan Afrika. Acara GOOC 2010 ini didukung oleh GigaByte, Intel, Antech, Kingston, LG, Microsoft dan Seagate serta Majalah BISKOM sebagai media partner. Taitra Gelar Taiwan Excellence Expo di Mangga Dua MallTaiwan External Trade Development Council (TAITRA) atau Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan menggelar Taiwan Excellence Expo di Mangga Dua Mall Jakarta mulai hari ini Jum’at (18/6) sampai dengan Minggu (20/6). Dengan mengambil tema Excellent Lifestyles, pada expo ini ditampilkan merek-merek Teknologi Informasi terbaik dari Taiwan, seperti Acer, Adata, Aiptek, Asus, AverMedia, Benq, D-Link, Edimax, Via Embedded, Genius, Hiti, Mio, MSI, Optoma, Transcend, Trend Micro, Thermal Take dan Zyxel. Taiwan Excellence Expo ini diadakan untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk terbaru Taiwan kepada masyarakat dan mengukur daya saing di pasar secara langsung di pusat perdagangan TI terbesar di Jakarta. Selama 40 tahun terakhir, TAITRA telah memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi Taiwan. TAITRA secara bersama-sama disponsori oleh pemerintah dan asosiasi komersial bergabung dalam komunitas bisnis internasional. Berbagai acara diadakan untuk memeriahkan expo ini, salah satunya adalah menampilkan duo penyanyi Maria & Naomi serta berbagai hadiah menarik bagi pengunjung. Telkomsel gandeng MLW TelecomTelkomsel menggandeng MLW Telecom gelar Festival 100 Hari Telkomsel Flash di 100 titik di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Selain menggelar promo paket bundling, dalam festival ini juga akan diadakan seminar ICT yang membahas update teknologi mobile broadband terkini yang diikuti oleh para pengguna internet, blogger, serta pelanggan Telkomsel. Festival bertajuk “The Next Generation Zone” tersebut akan berlangsung pada Juni hingga September 2010. Direktur Produk dan Teknologi MLW Telecom, Rahmat Widjaja Sakti berharap terjual lebih dari 30 ribu unit modem dari 17 bundling paket bundling modem dan kartu telkomsel flash baru yang bisa mengakses layanan data High Speed Packet Access Plus (HSPA+) berkecepatan hingga 21 Mbps. Deputy VP Channel Management Telkomsel, Agus Setia Budi, menambahkan, melalui kolaborasi strategis ini, pihaknya ingin memberikan apresiasi bagi pelanggan Telkomsel Flash yang kini berjumlah 2,8 juta pelanggan. Program Festival 100 Hari Telkomsel Flash diharapkan bermanfaat bagi pelanggan untuk mengetahui lebih jauh mengenai teknologi mobile broadband terkini. “Kegiatan ini merupakan rangkaian program edukasi dan sosialisasi layanan internet berkecepatan tinggi Telkomsel Flash,” katanya. Rangkaian paket baru meliputi delapan modem baru yang dijual dengan diskon hingga 40 persen dam pelanggan dapat menikmati gratis internet 300 MB per bulan selama 6 bulan. Paket bundling Telkomsel Flash-SpeedUp masing-masing, Bandluxe C321 HSPA+, Speed Up SU9500 HSUPA, Speed Up 9000 HSUPA, Speed Up SU 8650U HSDPA, Bandluxe C180 HSDPA, Speed Up SU3200, router 3,5G SpeedUp SU880 NBR. Mereka juga mengeluarkan seri sepakbola SpeedUp SU 9300U HSUPA Futball Series. Harganya berkisar antara Rp 299 ribu hingga Rp1,3 juta. SpeedUp menggunakan berbagai macam varian teknologi Chipset dari Qualcomm. Gabungan teknologi mobile broadband SpeedUp dengan Chipset Qualcomm didukung kualitas jaringan Telkomsel melalui lebih dari 5.000 Node B (BTS 3G) di seluruh Indonesia dapat mengurangi hambatan transfer data dan memberikan pengalaman berselancar di dunia maya yang jauh lebih baik. Festival The Next Generation Zone ini didukung juga oleh Majalah BISKOM sebagai media partner. ASUS Berkomitmen Pada Eco Friendly TechnologySebagai salah satu perusahaan pembuat komputer dan komponen terbesar di dunia, merupakan kewajiban bagi ASUS untuk ikut serta dalam kampanye penyelamatan bumi dari pemanasan global. “Masalah kelestarian lingkungan hidup merupakan isu yang diperhatikan oleh ASUS. Untuk itu kedepan, ASUS akan melengkapi produk-produknya, mulai dari monitor, motherboard, desktop hingga notebook dengan konsep ramah lingkungan dan Eco-Friendly Technology,” kata Juliana Cen, ASUS Southeast Asia Sales and Marketing Dept-Asia Pacific & MEA Sales Group pada ASUS dealer gathering di Hotel Hilton, Bandung (15/6). Dalam acara yang mengedepankan tema “Collaboration of Nature and Technology “ ini, Juliana Cen juga menambahkan, lembaga survei IDC pada kuartal pertama 2010 melaporkan bahwa notebook ASUS menempati penjualan nomor 2 di Eropa Timur, nomor 3 di Eropa Barat, posisi nomor 4 di Asia Pasifik termasuk Jepang, dan juga meraih penjualan terbaik di beberapa negara. Salah satu notebook yang diperkenalkan ASUS sebagai produk ramah lingkungan adalah U Series Bamboo Collection. “Notebook ASUS U Series Bamboo Collection dirancang untuk para pecinta fashion yang juga peduli lingkungan hidup,” kata Juliana Cen. “Dengan eksterior bambu coklat tua dan interior berlapis aluminum, U Series memberikan sentuhan organik, sehingga penggunanya merasa lebih dekat dengan alam,” paparnya. Ia menyebutkan, dengan lebih sedikit plastik yang digunakan dalam proses produksi, U Series Bamboo Collection yang terinspirasi dari alam merupakan bukti bahwa komputer tidak harus terlihat sebagai sebuah mesin yang terkesan kaku. Memadukan teknologi hemat energi seperti Super Hybrid Engine agar komputer menjadi semakin efisien dalam mengonsumsi daya, beberapa langkah lain juga diambil ASUS agar produknya lebih ramah lingkungan. Misalnya pada produk dan kemasan penjualan, ASUS menggunakan bambu serta plastik daur ulang. Disamping U Series, notebook ASUS yang juga mendukung teknologi ramah lingkungan adalah N Series. Seri ini menjadi notebook pertama di dunia yang mendapat sertifikat Environmental Product Declaration (EPD) dan Carbon Footprint (PAS 2050:2008). Sertifikat EPD tersebut menunjukkan tunduknya ASUS pada ISO 14025 Environmental Labels and Declarations – Type III Environmental Declarations.Sesuai EPD, ASUS mengikuti BSI PAS 2050:2008 untuk mengimplementasikan Life Cycle Inventory (LCI) yang terdiri dari lima tahap, yakni bahan baku, proses manufaktur, pemakaian, transportasi dan pembuangan. Salah satu notebook seri N, N51V umpamanya, pada tahun lalu menyabet penghargaan EPEAT Gold berkat penggunaan teknologi hemat energi yang dijuluki Super Hybrid Engine (SHE). Teknologi ini tidak hanya mendongkrak kinerja energi 53,75% jika dibandingkan standar Energy Star (sesuai V5.0 Category C), tetapi juga memperpanjang usia baterai dari 35% menjadi 53%. Selain menghadirkan produk ramah lingkungan, perusahaan asal Taiwan itu juga menggelar gerakan Green ASUS dalam seluruh proses kegiatannya. Juliana Cen berkomentar, “Kami agresif mempromosikan Green ASUS di seluruh perusahaan, memadukan teknologi, inovasi dan lingkungan agar bumi lebih bersih. Meski begitu, kami tetap menyajikan produk yang lebih ringan, lebih tpis, dan lebih hemat dan efisien energi tanpa meninggalkan estetika dan mobilitas.” Dalam ASUS dealer gathering di Bandung kali ini hadir para dealer dari Jawa Barat, antara lain dari Cirebon, Cianjur, Bandung dan sekitarnya serta para Distributor Asus dari Jakarta. Soegiharto Santoso dari Masterdata, salah satu Distributor ASUS mendapat kesempatan untuk melakukan pengundian doorprize. Deny Handoyo dan Rudy Susanto dari Mitra Solusindo Computer Bandung serta Januar dari Parahyangan Computer Cirebon berturut-turut mendapatkan ASUS ext optical drive dan ASUS wireless router and print server serta ASUS eeePC. Untuk merayakan kesuksesannya, ASUS mengundang keempat distributornya, yaitu Astrindo, Datascrip, Masterdata dan Metrodata melakukan “toast” bersama dengan seluruh dealer yang hadir di Hotel Hilton, Bandung. Epson Luncurkan 4 Proyektor TerbaruBertepatan dengan momen piala dunia 2010, Epson pada hari ini (12/6) meluncurkan 4 seri proyektor terbarunya: Epson EB-450Wi, Epson EH-TW4500, EB-8 Series dan EB-Z8050W di Kuta, Bali. Epson EB-450i adalah proyektor ultra short throw (jarak sangat dekat) yang dapat dipasang hanya berjarak 2.8 inci (sekitar 7 cm) dari dinding untuk mengantisipasi ruang yang sempit dan dapat memproyeksikan gambar berdiagonal 60 inci dengan lensa hanya berjarak 18 inci (sekitar 45 cm). Optik baru yang dipasang pada EB-450i mampu menghilangkan secara virtual gangguan perangkat atau bayangan. Hirasaki Michiya, Presiden Direktur Epson Indonesia mengatakan, “Kemampuan lain yang dimiliki EB-450i diantaranya teknologi baru berupa 3 panel LCD terpisah (merah, hijau dan biru) untuk memastikan projeksi gambar yang halus tanpa distrorsi. Kontras warna yang ditawarkan seri ini hingga 2500 lm/ 2000 : 1 dengan resolusi 1280 x 800 (WXGA).” Sementara Epson EH-TW4500 merupakan proyektor home theatre yang menawarkan rasio kontras tertinggi di dunia, 200.000:1 dan menggunakan kombinasi 3 teknologi inti: Dual Layer Auto Iris Epson, teknologi DEEPBlack Epson dan panel LCD anargonic C2Fine Epson yang mengacu pada kristal cair anorganik untuk meningkatkan kontras warna secara dramatis. Fitur-fitur lain yang membuat Epson TW-4500 mengasilkan kualitas proyeksi gambar yang luar biasa meliputi Refined Frame Interpolation, Super Resolution dan Real Colour Reproduction. Epson EB-8 Series yang juga diluncurkan meliputi tipe EB-85H, EB-825H dan EB-826WH. Ketiganya dirancang untuk penggunaan dan mencapai efesiensi tertinggi dengan tingkat kecerahan yang tinggi berkisar antara 1500 hingga 3000 lm. Proyektor seri E menawarkan proyeksi nirkabel menggunakan USB nirkabel opsional, atau adaptor LAN nirkabel dan proyeksi gambar file jpg yang tersimpan di flash drive atau PC. “Untuk sumber cahaya, ketiga proyektor ini mengandalkan Epson Twin Optimized Reflection Lamp yang inovatif, dan menawarkan umur lampu hingga 6000 jam,” tambah M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager Epson Indonesia. Proyektor yang diluncurkan secara bersamaan dengan proyektor lainnya adalah Epson EB-Z8050W yang berorientasi pada segmen bisnis dan pendidikan yang dilengkapi dengan filter cinema yang biasanya digunakan oleh proyektor teater rumahan. Proyektor ini juga menampilkan rasio kontras yang tinggi, mencapai 5000:1 dengan Auto Iris Technology untuk meningkatkan hasil presentasi dan film. Tingkat kecerahan proyektor ini mencapai 7000 lm. Proyektor terakhir yang juga menawarkan inovasi baru milik Epson adalah EB-450Wi yang memungkinkan guru/dosen dan presenter bisnis dengan mudah mengubah papan tulis putih atau dinding halus menjadi area presentasi yang interaktif. Chris Herman Gunawan, Business and Corporate Division Manager Epson Indonesia memaparkan, “Tanpa menggunakan whiteboard khusus, proyektor EB-450i mampu memproyeksikannya menjadi area presentasi, dimana presenter dengan menggunakan pena interaktif dapat menulis pada area presentasi dengan tinta virtual atau menggunakan pena tadi layaknya mouse pada komputer. Kami yakin bahwa fitur-fitur yang dimilikinya memungkinkan terwujudnya proses pembelajaran dan presentasi yang lebih efektif.” Epson EB-450Wi dapat dipasang hanya berjarak 2.8 inci dari dinding dan memproyeksikan gambar berdiagonal 60 inci dengan lensa hanya berjarak 18 inci. Kontras yang ditawarkan seri ini hingga 2.500 lm atau 2000:1. Dengan semua kemampuannya, proyektor-proyektor terbaru Epson ini bukan sekedar menjadi alat presentasi biasa, tetapi juga menawarkan gaya baru untuk presentasi yang lebih interaktif sekaligus ideal untuk menonton film berkualitas high definition. Nonton bareng bola dunia tentunya lebih menyenangkan dengan proyektor Epson. Dirjen Aptel Kemkominfo, Ashwin Sasongko: INAICTA 2010 Konsen Pada Teknologi HijauAshwin Sasongko memang baru saja dilantik menjadi Direktur Jenderal AplikasiTelematika (Dirjen Aptel) beberapa waktu silam. Namun, Ashwin bukanlah orang baru di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Sebelumnya, ia adalah Sekretaris Jenderal Kemkominfo. Dengan jabatannya yang strategis saat ini, Ashwin dipercaya memiliki komitmen terhadap pertumbuhan teknologi informasi (TI) domestik dan industri kreatif berbasis TI di Indonesia. Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematik (Ditjen Aptel). Ditjen Aptel diantaranya adalah sebagai perumus dan pelaksana kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan TI serta standarisasi dan audit aplikasi telematika. Disamping itu, “Ditjen Aptel juga berfungsi membangun dan mengelola infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah,” kata Ashwin. Untuk mendukung tugasnya dalam pemberdayaan TI, Ditjen Aptel di bawah Kemkominfo menfasilitasi sejumlah kegiatan tahunan di bidang TI yang akan berlangsung disepanjang tahun, diantaranya Indonesia ICT Award (INAICTA), Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) dan Indonesia Open Sorce Award (IOSA). Melalui kegitan-kegitan ini, diharapkan dapat mendorong kreativitas para pengembang TI, serta meningkatkan pemanfaatan dan pertumbuhan TI di semua lini industri serta menyiapkan para pelaku TI lokal untuk menghadapi kompetisi global. “Dan yang terpenting adalah karya kreatif yang sudah diciptakan dapat mempengaruhi perekonomian secara positif,” tambah Ashwin. Khusus pada tahun ini, kata Ashwin, kegiatan-kegiatan yang digelar Kemkominfo berfokus pada isu lingkungan hidup dan mendukung kampanye hijau untuk mengurangi dampak pemanasan global. Simak wawancara BISKOM dengan Ashwin Tugas Sasongko awal Juni ini. Sebagai Dirjen yang memegang salah satu peranan penting dalam dunia TI, apa sajakah kebijakan yang tengah Anda jalankan? Kita semua menyadari bahwa teknologi berkembang sangat pesat, sehingga bangsa Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain dan ikut serta di dalam perkembangan teknologi itu sendiri. Perkembangan TI di Indonesia harus diukur dari sumbangsihnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ukuran itu dapat berupa jumlah tenaga kerja yang diserap dalam menghasilkan barang dan jasa dalam sektor informatika, besarnya peningkatan produktivitas yang disebabkan oleh pemanfaatan TI, atau kontribusinya dalam penerimaan devisa. Pengukuran tolok ukur tersebut tidak mudah, tetapi sebagai sebuah industri yang penting harus dapat dimonitor dan diikuti perkembangannya. Ini lah diantara tugas-tugas yang kami jalankan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Apa upaya yang dilakukan agar TI bukan saja dapat mensejahterakan masyarakat, tetapi minimal secara langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka? Kami berupaya terus membangun sarana dan akses komunikasi yang terjangkau untuk seluruh masyarakat. Diantaranya adalah pembangunan e-Government. e-Government adalah penggunaan TI untuk administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif, yang tujuannya memberikan pelayanan yang transparan dan memuaskan kepada masyarakat. E-Government dapat diwujudkan berupa publikasikan informasi melalui website yang memungkinkan interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail. Selain itu, masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara timbal balik dan terintegrasi di seluruh kantor pemerintahan, dimana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama. Menurut Anda, apa yang menyebabkan pembangunan e-Government begitu lambat? Survei di beberapa negara menunjukkan bahwa ada kecenderungan aparat pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan secara online, karena mereka lebih menyukai metoda pelayanan tradisional yang berupa tatap langsung, surat-menyurat atau telepon. Beberapa penyebab kegagalan atau lambatnya pembangunan e-Government yang juga terjadi di sejumlah negara disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu ketidaksiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana TI, serta kurangnya perhatian dari pihak-pihak yang terlibat langsung. Pada intinya, pembangunan e-Government harus merata di seluruh Indonesia. Berkaitan dengan hal ini, kondisi masyarakat dan faktor demografi menjadi kendala dalam pemerataan akses TI. Indonesia pada tahun 2014 kemungkinan akan menyelenggarakan e-Voting untuk pertama kalinya, Apakah Anda yakin Indonesia bisa melaksanakan pemilu menggunakan e-Voting? Penggunaan e-Voting bisa mempercepat pelaksanaan pemilihan, karena bisa menghitung suara hanya beberapa menit saja. Namun masih banyak hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penerapan e-Voting, Pertama adalah soal legal draft, ini terkait dengan undang-undang, kedua penyedian infrastruktur TI, ketiga faktor sumber daya manusia dan yang juga harus diperhatikan adalah proses e-Voting antara lain, pendataan, verifikasi, pemilihan dan perhitungan yang semuanya berkaitan dengan identitas tunggal yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian dari target rampung pada 2013. Bagaimana e-Voting dari segi keamanan? Karena itulah suatu sistem e-Voting harus memenuhi syarat-syarat yang dapat meyakinkan masyarakat bahwa sistem ini memang aman dan terpercaya. Syarat-syarat tersebut antara lain e-Voting harus dapat memastikan bahwa suara pemilih telah dicatat dan ditabulasikan dengan perhitungan matematika. Pemilih mendapatkan bukti pemungutan suara yang dibubuhi digital signature oleh panitia pemungutan suara, sistem ini memastikan suara telah dihitung dan hanya diketahui oleh pemilih, dan sistem harus diaudit oleh lembaga independen agar pemilih dapat memverifikasi suara telah dipungut dengan benar dan dihitung dengan benar pula. Bicara soal keamanan, ini pun juga terkait dengan adanya ulah hacker dan lain sebagainya yang juga harus diantisipasi. Kemkominfo mempersiapkan 3 rangkaian acara dalam satu tahun, yakni INAICTA, PPKI dan IOSA. Bisa Anda jelaskan apa perbedaan dari ketiganya? INAICTA 2010 digelar dengan tema “Membangun Kreativitas Digital Untuk Kemakmuran Bangsa, visinya adalah memposisikan TI sebagai faktor pendorong yang harus dimanfaatkan bangsa Indonesia, untuk mengembangkan industri kreatif berbasis TIK. Senada dengan INAICTA, pameran produk kreatif PPKI yang pada tahun ini merupakan kali keempat penyelenggaraannya mengusung tema utama eksplorasi budaya nusantara melalui keanekaragaman kreativitas pemuda untuk mendukung kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia. Sementara IOSA yang digagas Kemkominfo bersama Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan Komunitas Open Source lainnya merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada intansi pemerintah yang telah mengimplentasikan Free/Open Source Software (FOSS) di kantornya masing-masing. Melalui penghargaan ini, diharapkan dapat menstimulus percepatan proses migrasi FOSS di seluruh intansi pemerintah, sekaligus memungkinkan masyarakat untuk belajar cara membuat software sendiri mengingat sifat Open Source adalah memiliki kode pemrograman yang terbuka. Akan seperti apakah perhelatan INAICTA 2010 ini? Pada prinsipnya, tujuan dari INAICTA adalah menyiapkan para pelaku TI lokal untuk menghadapi kompetisi global. Dan yang terpenting adalah karya kreatif yang sudah diciptakan dapat mempengaruhi perekonomian secara positif. Acara ini didukung oleh berbagai kalangan di bidang TI, seperti pemerintah, kalangan usaha dan pendidikan serta komunitas teknologi TI di Indonesia. Perlombaan karya cipta kreativitas dan inovasi bidang TI dalam INAICTA dibagi dalam 3 kelompok peserta dari 20 kategori penghargaan. Sedangkan kelompok peserta akan dibagi menjadi Pelajar (Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi), Perorangan (umum) dan kelompok peserta dari Institusi atau organisasi berbadan hukum. Yang membedakan INAICTA 2010 dibanding tahun sebelumnya adalah pada tahun ini kami berkonsentrasi pada kampanye teknologi hijau. Mengapa isu teknologi hijau yang dipilih? Masalah lingkungan hidup, khususnya pemanasan global, merupakan masalah dunia. Setiap negara wajib berupaya memaksimalkan peran dalam keselamatan bumi untuk masa depan. Teknologi hijau atau green technology merupakan suatu aplikasi teknologi yang menggunakan bahan maupun proses produksi yang menghasilkan produk tidak beracun dan aman bagi lingkungan serta dapat didaur ulang dan hemat energi. Selain melalui INAICTA, apa yang diupayakan untuk mendukung teknologi hijau ini? Pemerintah akan membuat regulasi yang dapat mendukung TI hijau. Tujuannya untuk menghemat penggunaan sumber daya energi yang semakin tipis. Selain itu, konsumsi energi untuk aplikasi TI mampu mencapai 40% dari total konsumsi global energi. Angka ini akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan TI di seluruh dunia. Upaya lain adalah dengan menghimau penggunaan energi yang lebih hemat dan mengurangi residu akibat dari aktifitas TI. Untuk mendorong kampanye hijau, Kemkominfo juga akan berusaha untuk membangun lebih banyak program TI hijau. Upaya ini juga untuk mengimbangi konten negatif yang tersebar di dunia maya. Apa yang bisa diperoleh peserta dari keikutsertaannya dalam INAICTA? Para pemenang INAICTA akan dibawa untuk mewakili Indonesia dalam ajang serupa di lingkup regional dan internasional, seperti Asia Pacific ICT Award (APICTA) dan World Summit Award (WSA). Tentunya ini akan menjadi prestasi yang membanggakan bagi para pemenang. Beralih ke ajang IOSA, bagaimana hasilnya penggunaan FOSS di lingkungan pemerintahan? Penghargaan IOSA akan diberikan kepada intansi pemerintah yang telah mengimplentasikan FOSS di kantornya masing-masing. Saat ini, sudah sekitar 30-an kementerian yang mulai memakai peranti lunak terbuka, akan tetapi belum semuanya bermigrasi penuh. Untuk memonitor laju migrasi, pemerintah telah melakukan pemeringkatan penggunaan piranti lunak Open Source untuk aplikasi e-Government di pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Program pemerintah menggunakan piranti lunak Open Source secara total ditargetkan pada 2011. Penggunaan piranti terbuka ini terus diupayakan meski menghadapi berbagai kendala, antara lain kondisi geografis dan kemampuan sumber daya manusia yang belum merata. Piranti lunak terbuka menyediakan solusi mengatasi pembajakan sekaligus memudahkan akses informasi dan data pemerintah. Stylus T13, Printer Kelas Pemula Dari EpsonEpson, perusahaan di bidang digital imaging, hari ini (12/6) meluncurkan printer inkjet kelas pemula terbaru, Epson Stylus T13. Penerus seri terdahulu, T11, printer T13 ditawarkan dengan harga terjangkau. Epson Stylus T13 memiliki resolusi cetak sebesar 5760 x 1440 dpi seperti pada Epson T11 untuk menghasilkan gradasi yang sangat halus baik pada pencetakan berwarna maupun hitam putih dan bahkan pada kertas foto. Printer ini juga mampu mencetak lebih cepat, yaitu 28 halaman per menit pada cetak mono dan 15 ppm pada cetak warna. Dibanding dengan T11 yang mencetak 22 ppm mono atau 13 ppm halaman warna, tentu saja T13 jauh lebih unggul. Menggunakan print head Micro Piezo milik Epson dengan Variable Sized Droplet Technology (VSDT) dan tinta pigmen Epson DuraBrite Ultra, T13 menjanjikan pencetakan yang lebih tahan lama dan solid. Epson Stylus T13 juga menawarkan pengguna pilihan cartridge tinta Epson 91N yang lebih ekonomis, selain cartridge tinta standar Epson 73N. Tinta Epson DuraBrite Ultra adalah tinta berbasis pigmen yang terdiri dari partikel pigmen yang dilapisi resin yang tidak mudah larut. Tidak seperti tinta berbasis dye konvensional, partikel pigmen tinta Epson DuraBrite menetap pada permukaan kertas dan tidak larut ke serat. Hasilnya, cetakan tampak lebih cemerlang dan cepat kering yang membuatnya ideal untuk mencetak 2 muka, sekaligus tahan air dan tidak mudah pudar. “Epson Stylus T13 sangat tepat untuk konsumen yang mempertimbangkan biaya, namun tetap mengedepankan kualitas, kecepatan dan pilihan cartridge yang ekonomis. Secara keseluruhan, printer ini memberikan pengguna tambahan nilai dan fleksibilitas. Epson Stylus T13 akan dipasarkan mulai Juli 2010 dengan harga US$ 68,” kata M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager, PT Epson Indonesia, di Kuta, Bali. Indonesia IPv6 Ready di tahun 2013Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, kemarin (9/6) membuka secara resmi konferensi internasional mengenai kesiapan pemanfaatan IPv6 (IPv6 Summit Conference) sebagai dampak krisis keterbatasan IPv4. Acara pembukaan konferensi ini dihadiri oleh Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan, IPv6 Forum Chairperson Latif Ladid, sejumlah Direktur Utama penyelenggara telekomunikasi, para pengurus dan anggota APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) serta sejumlah peserta dan nara sumber dari berbagai negara, yang secara total berjumlah lebih dari 300 peserta konferensi. Pembukaan konferensi tersebut dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi secara bersama-sama antara pemerintah dengan para operator jasa telekomunikasi, penyedia layanan, pembuat serta penyedia aplikasi dan penyalur perangkat keras telekomunikasi kesiapan untuk memulai implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia yang merupakan komitmen bersama untuk konsisten mengatasi krisis ketersediaan IPv4 dan kesiapannya menuju IPv6. Dalam sambutannya Tifatul mengatakan, meningkatnya permintaan akan sebuah sumber daya yang tidak diimbangi oleh persediaan yang memadai kelak bakal menimbulkan ancaman kelangkaan. “Alamat IP adalah sumber daya internet yang terbatas, sedangkan jumlah alamat yang mampu didukung oleh IPv4 hanya sekitar 4 miliar. Jumlah ini jelas tidak sebanding dengan proyeksi kebutuhan IP dunia dimana internet berkembang dengan pesat,” jelasnya, dalam acara yang digelar di Padma Resort Bali tersebut. Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Roy Rahajasa Yamin, mengatakan inti dari deklarasi tersebut adalah, pihak yang menyatakan dukungannya akan mensupport rencana implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia, melalui tahapan dan rencana yang matang sehingga menghasilkan manfaat maksimal untuk pengembangan telekomunikasi, khususnya internet di Indonesia. “Dukungan ini akan kami wujudkan dengan memulai pembuatan rencana dan kemudian dengan pelaksanaan migrasi Pv4 ke IPv6 secara bertahap, sehingga bersama-sama secara nasional Indonesia akan ‘IPv6 Ready’ pada 2013,” ungkap Roy. Sementara itu, Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan, mengatakan, puncak kelangkaan IPv4 diperkirakan akan berlangsung pada 12-18 bulan ke depan, namun para penggiat internet Indonesia jangan lantas hijrah drastis ke IPv6 ini. Pasalnya, perubahan ini bisa dilakukan secara bertahap dan perlahan. “IPv4 bisa diparalel dengan IPv6, jadi tidak langsung drastis berubah. Yang pasti kita sudah menegaskan pada 2013 Indonesia IPv6 ready,” papar Dirjen. IPv6 sendiri merupakan protokol pengalamatan internet generasi baru yang dimaksudkan untuk menggantikan Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang digunakan saat ini dan sudah hampir habis sumber dayanya, sementara pertumbuhan dan penambahan mesin ke dalam internet semakin meningkat. Acara ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Majalah BISKOM sebagai Media Partner. YOGYAKOMTEK 2010 dan SCOMDEX 20 Launching BarengPameran Yogyakomtek 2010 dan Scomdex 2010 yang akan dilaksanakan pada 2 – 6 Oktober 2010 dan 29 Okt – 02 Nov 2010, kemarin (9/6) diluncurkan bersamaan. Bertempat di Puri Pertiwi Ball Room Hotel Le Grandeur Jakarta, dua DPD Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) besar, yaitu DPD DIY dan DPD Jatim untuk pertama kalinya melakukan kolaborasi dan sinergi memperkenalkan pameran Yogyakomtek 2010 dan Scomdex 20 kepada para vendor di Jakarta. Tedie Dian Putra, Ketua Pameran Yogyakomtek 2010, dalam presentasinya memaparkan, alasan dipilihnya tema Two Thumbs Up karena saat ini adalah era keyboard QWERTY, dimana perangkat digital membuat dua jempol kita menggantikan fungsi mulut kita untuk berkomunikasi. Pameran Yogyakomtek 2010, kata Tedie, diharapkan mampu mengembangkan fungsi pameran yang semakin lebar, mengumpulkan ide yang belum dijumpai di pameran lain, menggarap sektor corporate, education, dan direct user serta memberikan peluang distributor mengekspresikan kemampuan teknik marketingnya. “Kami menargetkan 150 ribu pengunjung bisa menghadiri pameran Yogyakomtek 2010, karena pengunjung akan kami suguhi berbagai inovasi yang berbeda untuk pameran kali ini,” papar Tedie. Tedie juga menambahkan, meskipun pameran Yogyakomtek yang selalu sukses selama 13 tahun penyelenggaraan dan menjadi pameran komputer terbesar milik Apkomindo dengan motto ”TERBESAR, TERLENGKAP, TERBANYAK” sejak tahun 1997, namun pengurus Apkomindo DIY sepakat tidak menaikan sama sekali biaya space stand pameran. Dengan kata lain, biaya pameran masih sama dengan penyelenggaran Yogyakomtek 2009 yang lalu. Sementara itu, James Ticualu, Sekretaris Apkomindo DPD Jatim mengatakan, “Kami telah mempersiapkan berbagai program acara yang berbeda dari pameran-pameran Scomdex sebelumnya. Selain ada unsur hiburan dan sajian produk-produk terbaru, kami juga menyajikan berbagai workshop dan seminar untuk memberikan nilai edukasi kepada masyarakat pencinta teknologi informasi (TI). James juga mengatakan bahwa Pameran Scomdex adalah “Pameran Dari Anggota, Oleh Anggota dan Untuk Anggota”, sehingga pengurus Apkomindo Jatim telah sepakat untuk memberikan potongan harga sebesar 10%, agar tidak memberatkan peserta pameran. Selain itu, pada pameran Scomdex kali ini dijamin tidak ada pameran TI sejenis yang berdekatan waktunya, baik sebelum maupun sesudah pameran berlangsung. Sehingga sinergi dan kekompakan seluruh pengurus bersama anggota diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk keuntungan anggota Apkomindo. “Dengan tidak adanya pameran-pameran komputer yang berdekatan waktunya dengan pameran Scomdex kali ini, kami meyakini akan meningkatkan kualitas pameran, karena semua pihak terkait dapat fokus pada pameran Scomdex. Disamping itu, daya beli masyarakat Jatim akan terfokus pada pameran Scomdex 2010 ini,” kata James. Peluncuran kali ini terasa berbeda dibanding peluncuran sebelum-sebelumnya. Dengan nuansa budaya yang berbalut dengan teknologi canggih masa kini, pengundian stand VIP yang diperuntukkan bagi vendor-vendor TI di Jakarta langsung disambut dengan antusias. Lebih dari 80% stand VIP langsung dipesan oleh para vendor TI nasional baik untuk pameran Yogyakomtek maupun untuk pameran Scomdex. Sementara Suhanda Wijaya, Ketua Umum Apkomindo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan salut atas upaya dan inovasi dari para pengurus DPD Apkomindo DIY dan DPD Apkomindo Jatim sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pameran yang di selenggarakan sendiri oleh Apkomindo. “Semoga hal positif seperti ini dapat ditingkatkan terus dan dapat menjadi contoh yang baik bagi DPD-DPD Apkomindo di daerah lainnya,” kata Suhanda. Acara peluncuran ini dihadiri pula oleh para vendor TI nasional dan pengurus DPD Apkomindo DIY, pengurus DPD Apkomindo Jatim serta pengurus DPP Apkomindo. Pameran Yogyakomtek 2010 dan Scomdex 2010 didukung oleh Majalah BISKOM sebagai media partner. Telah Terbit BISKOM Edisi Juni 2010Majalah BISKOM kali ini menampilkan Direktur Jenderal Aplikasi dan Telematika Kementerian Kominfo, Ashwin Sasongko, (Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika yang turut mendukung Majalah BISKOM). Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI. Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juni 2010 diantaranya: • COVER STORY: Ashwin Sasongko, INAICTA 2010 Konsen Pada Teknologi Hijau • FIGURE: • HEADLINE: • FOCUS: • BROWSING: • INSPIRATION: • REVIEW & CELLULAR: Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id YOGYAKOMTEK 2010 Usung Tema Dua Jempol“Two Thumbs Up“, itulah tema yang akan diangkat oleh panitia Yogyakomtek 2010. Tema ini seolah menjadi kritik sosial terhadap perubahan perilaku manusia dalam berkomunikasi. Di era keyboard QWERTY pada smartphone, membuat dua jempol kita menggantikan fungsi mulut kita untuk berkomunikasi. Bahasa verbal digantikan bahasa motorik. Kita tidak lagi berkomunikasi dengan mulut kita, namun lebih mengasyikkan tenggelam di dalam dunia virtual, dan membiarkan kedua jari kita mengambil alih. Ya, mungkin kita baru menyadarinya, dan menertawakan diri kita sendiri, dan teknologi berperan besar mengubah kodrat alami ini. Teknologi mengubah kodrat ini, pabrik membuat hardware, developer mendukung, dan user menerimanya dengan senang hati. Yang perlu dicermati, apakah ini akan menjadi kebiasaan baru kita semua atau hanya sekedar trend? Setelah sukses selama 13 tahun penyelenggaraan, Apkomindo DIY secara konsisten menjadikan YOGYAKOMTEK sebagai event yang memiliki motto ”TERBESAR, TERLENGKAP, TERBANYAK” sejak tahun 1997 (penyelenggaraan yang pertama). Apkomindo DIY bertekad bahwa dalam penyelenggaraan event, kualitas yang didahulukan. Hal ini didasarkan pada visi dan misi edukasi kepada masyarakat (khususnya masyarakat DIY) di bidang pengembangan teknologi TI yang diemban Apkomindo DIY. Motto ini sejak awal diselenggarakan memang bermakna sebagai pameran teknologi dan bursa penjualan komputer serta segala perlengkapan digital ini mengutamakan pada kualitas sebuah pameran, dan pada akhirnya memang menjadi sebuah ajang penjualan terbesar di seluruh Jawa Tengah dan DIY. Hadi Santono, Ketua Apkomindo DPD DIY, mengatakan Pameran YOGYAKOMTEK ini sedemikian menarik untuk dikunjungi oleh para peminat dan calon konsumen dari seantero pelosok DIY dan Jawa Tengah. “Fakta membuktikan Pameran ini telah menjadi magnet bagi pengunjung melewati batasan wilayah regional Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Data pengunjung tahun lalu membuktikan bahwa pengunjung YOGYAKOMTEK datang dari berbagai pelosok Indonesia meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Juga, kehadiran para pengusaha komputer dari Jakarta, Surabaya bahkan prinsipal dari mancanegara sudi berkunjung untuk ‘mengintip’ pameran yang telah menjadi salah satu barometer bisnis komputer di Indonesia ini, Data tahun terakhir (2009) menunjukkan bahwa YOGYAKOMTEK dihadiri lebih dari 127.000 pengunjung hanya dalam 5 hari. Saat ini YOGYAKOMTEK menjadi pameran komputer terbesar di Indonesia milik Apkomindo.” ujar Hadi. Hadi juga mengatakan bahwa pada pameran YOGYAKOMTEK 2010 yang akan dilaksanakan pada 2 – 6 Oktober 2010, bertempat di Gedung Jogja Expo Centre (JEC) ini, pengunjung akan disediakan tiga event inovatif yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. “Kami memproyeksikan pengunjung akan mencapai lebih dari 150.000 orang dalam 5 hari penyelenggaraan,” tambah Hadi. Faridl Ahmad Sekretaris Apkomindo DIY, mengatakan launching Pameran YOGYAKOMTEK 2010 di Jakarta kali ini akan menampilkan sesuatu yang beda. “Kami mengundang para vendor dan pebisnis TI di Jakarta yang ingin memperluas bisnisnya di DIY untuk menghadiri launching Pameran YOGYAKOMTEK 2010 yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Launching Pameran SCOMDEX 20 pada hari Rabu, 9 Juni 2010 pukul 17.30 WIB – selesai, bertempat di Puri Pertiwi Ballroom, 2nd floor, Hotel Le Grandeur Mangga Dua, Jakarta,” ujar Faridl. Sementara itu Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM dan juga sekaligus pengusaha TI, mengatakan bahwa pameran YOGYAKOMTEK bukan hanya sebagai ajang penjualan semata, tetapi juga mengandung unsur pendidikan, hiburan dan kreativitas yang sangat tinggi. Seperti YOGYAKOMTEK 2007, yaitu ‘YOGYAKOMTEK, Stasiun Techie Jogja’, panitia menyulap Jogja Expo Center (JEC) menjadi seperti stasiun tugu Jogja lengkap dengan perlengkapan penunjangnya. “Ini menunjukkan bahwa panitia tidak main-main, mereka bekerja sama dengan pihak PT. KAI untuk mendapatkan seragam maupun aksesoris asli dari Stasiun Tugu untuk mendukung kesan Stasiun Tugu, bahkan sampai mendapat penghargaan dari MURI,” tandas Soegiharto. Ia juga mengatakan BISKOM selalu mendukung pameran YOGYAKOMTEK sebagai Media Partner, “kami berupaya menjadi jembatan antara pemerintah pusat dengan pebisnis di daerah, oleh karena itu kami dengan senang hati turut membantu panitia menghadirkan pejabat terkait, seperti Dirjen Aptel Depkominfo, Bapak Cahyana Ahmadjayadi dan Menristek Bapak Kusmayanto Kadiman yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bapak Engkos Koswara untuk meresmikan pameran-pameran Yogyakomtek sejak 2007 sampai 2009 dan sekaligus menyaksikan animo masyarakat di daerah terhadap kemajuan TI. Dan kami yakin pameran Yogyakomtek 2010 kali ini dan yang akan datang, akan lebih sukses lagi, two thumbs up untuk seluruh pengurus Apkomindo DIY,” tambahnya. Urbanesia Berpartisipasi di Echelon 2010URBANESIA.COM, lifestyle city directory pertama yang berbasis web 2.0 di Indonesia berhasil terpilih menjadi partisipan di Echelon 2010. Urbanesia.com beserta 6 web start-up lokal lainnya yakni CES (Collaborative e-Business System), BukuQ.com, Evolitera.com, Krazymarket.com, Koprol.com, Tokopedia.com akan mewakili industri lokal di konferensi teknologi Internet dan web tersebut yang berlangsung pada 1 -2 Juni di Singapura. Pada acara ini Urbanesia.com berkesempatan memamerkan fitur-fitur unggulan seperti web 2.0 yang memungkinkan pengguna berbagi pengalaman dan menciptakan user generated content. Urbanesia menyediakan media promosi bagi pemilik bisnis untuk membuat profil bisnis secara lebih informatif dan terkostumisasi. Pemilik bisnis akan terbantukan dengan adanya review dan testimoni dari pengunjung Urbanesia, sehingga Urbanesia mampu mempertemukan langsung antara pemilik bisnis dan pengguna. Dengan ini Urbanesia berusaha mengedukasi para pemilik bisnis mengenai cara berpromosi secara online dan memberikan informasi lengkap kepada pengguna yang benar-benar membutuhkan. “Diangkatnya perkembangan startup Indonesia sebagai topik dan terpilihnya Urbanesia untuk berpartisipasi sebagai eksibitor di Echelon 2010 menandakan semakin diakuinya potensi industri web lokal Indonesia di dunia internasional. Dengan adanya lebih dari 200.000 database direktori di Urbanesia.com, kami berharap untuk memperkaya konten lokal yang kini semakin dibutuhkan seiring dengan perkembangan teknologi dan internet yang begitu cepat,” kata Selina Limman CEO & Managing Director, Urbanesia.com. Echelon 2010 (dulu unConference Singapore) yang diselenggarakan di Singapura adalah ajang konferensi di bidang teknologi web terdepan di Asia yang bervisi untuk mempertemukan praktisi dan perusahaan di industri Internet dan web dari berbagai lapisan dalam sebuah forum diskusi yang mengetengahkan topik terhangat seputar perkembangan web startup. |
Majalah BISKOMBBC |